Kamis, 13 Januari 2011

Pap Smear dan Thin Prep untuk Cegah Kanker Serviks

Serviks atau leher rahim merupakan organ seks yang paling rawan terkena penyakit. Salah satu yang paling berbahaya adalah infeksi dari virus yang bisa menyebabkan kanker serviks, yaitu HPV (human papillomavirus). Salah satu metode paling efektif untuk mencegah kanker serviks dengan deteksi dini menggunakan tes Pap smear dan Thin prep secara rutin. Bagaimana kedua tes ini dilakukan? Mana yang lebih akurat?
Pap 
Smear dan Thin Prep untuk Cegah Kanker Serviks
Deteksi dini kanker serviks secara rutin dapat menghindari bahaya lebih lanjut

Kanker Serviks

HPV atau virus papiloma manusia, adalah penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia, dan merupakan penyebab utama kanker serviks di negeri-negeri berkembang. Kanker serviks adalah jenis kanker rahim yang paling umum kedua di dunia. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini.
Kanker serviks dapat dicegah jika Anda rutin melakukan pemeriksaan lebih dini
Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker serviks yang juga dikenal dengan nama kanker leher rahim. Untuk informasi selengkapnya mengenai kanker serviks.
Untuk mendapat kepastian mengenai infeksi HPV dan apakah terjadi kanker serviks, maka perlu dilakukan pemeriksaan ginekologi. Ginekologi merupakan cabang ilmu kedokteran mengenai organ reproduksi atau organ seks wanita. Beberapa pemeriksaan ginekologi yang berhubungan dengan pencegahan kanker serviks misalnya IVA, pap smear, thin prep, dan kolposkopi. Namun, yang cukup populer di masyarakat dengan hasil yang memuaskan untuk deteksi dini adalah pap smear dan thin prep. Mana yang lebih baik dan akurat? Apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode tersebut?

Pap Smear

Pap Smear atau Papanicolaou smear merupakan salah satu metode untuk mendeteksi secara dini infeksi HPV yang merupakan penyebab kanker serviks. Nama Pap smear diambil menurut nama dokter Yunani yaitu George N. Papanicolaou, yang merancang metode mewarnai pulasan sampel sel-sel untuk diperiksa. Dokter ini yang merancang metode tes Pap smear sekitar 50 tahun yang lalu.
Sejak ditemukannya metode Pap smear konvensional, maka jumlah kematian akibat kanker serviks menurun. Meski demikian untuk menurunkan risiko terkena kanker serviks, setiap wanita sebaiknya melakan tes Pap smear secara rutin yaitu setiap tahun. Karena beberapa tipe kanker serviks atau kanker leher tertentu telah meningkat jumlahnya.
Banyak wanita yang terjangkit kanker serviks tidak secara rutin melakukan pemeriksaan Pap smear. Karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan Pap smear untuk mendeteksi secara dini terhadap infeksi HPV yang bisa berkembang menjadi sel pre-kanker dan pada tingkat berikutnya menjadi penyebab kanker serviks.
Bagaimana pemeriksaan Pap smear dilakukan? Berikut ini beberapa tahapan yang harus dilalui saat melakukan pemeriksaan Pap smear:
  • Dokter atau tenaga ahli akan mengambil sampel dari serviks atau leher rahim. Caranya dengan menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim.
  • Sampel tersebut akan dioleskan ke gelas slide untuk dianalisa.
  • Gelas slide dikirim ke laboratorium untuk dianalisa di bawah mikroskop.
  • Tujuan analisa untuk mengecek apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal.

Pap Smear

Metode yang paling umum untuk deteksi dini kanker serviks.
 

Kelebihan Pap Smear

  • Bisa dilakukan di berbagai rumah sakit dan bahkan ada di tingkat Puskesmas
  • Biaya pemeriksaan relatif murah dan terjangkau

Kekurangan Pap Smear

  • Sampel yang diambil tidak dari seluruh bagian serviks sehingga ada bagian yang bisa jadi tidak terdeteksi
  • Mungkin tidak memperlihatkan kondisi sel yang sebenarnya
  • Akurasi antara 80% hingga 90%

Thin Prep

Thin prep merupakan metode berbasis cairan yang lebih akurat dibanding Pap smear. Di negara-negara maju, pemeriksaan Pap smear telah mulai ditinggalkan dan lebih banyak orang beralih ke pemeriksaan Thin prep.
Bagaimana pemeriksaan Thin prep dilakukan? Berikut ini beberapa tahapan yang harus dilalui saat melakukan pemeriksaan Thin prep:
  • Dokter atau tenaga ahli akan mengambil sampel dari serviks atau leher rahim. Pemeriksaan Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim.
  • Sampel tersebut dimasukkan ke dalam vial atau botol Thin prep yang berisi cairan.
  • Sel-sel sampel segera diawetkan untuk dikirim ke laboratorium.
  • Sampel tersebut dibuat menjadi slide dan diwarnai dengan pewarna khusus sehingga sel-sel tersebut menjadi lebih jelas.
  • Membran khusus digunakan untuk membuat preparat dengan irisan tipis.
  • Lapisan tipis terdiri dari sel-sel akan memperlihatkan elemen mencurigakan jika ada infeksi atau jaringan yang abnormal.

Thin Prep

Metode perbaikan Pap smear yang lebih baik dan akurat dibanding Pap smear.
 

KelebihanThin Prep

  • Pengambilan sampel serviks yang lebih baik
  • Lebih akurat mendeteksi kelainan dengan keakuratan mencapai 100%
  • Lebih akurat mendeteksi sel yang abnormal
  • Diagnosis dari hasil pemeriksaan akan lebih tepat dan pasti

Kekurangan Thin Prep

  • Metode ini tergolong baru sehingga belum tersedia secara luas
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan Thin prep? Dalam waktu 3 tahun pertama setelah melakukan hubungan seksual atau telah mencapai umur 21 tahun, maka pemeriksaan Thin prep sebaiknya dilakukan. Kemudian secara rutin setiap tahun pemeriksaan ini sebaiknya juga dilakukan. Jika ada gejala infeksi HPV, maka pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan lebih sering.

Lakukan Pemeriksaan pada Organ Kewanitaan

Bila Anda rutin melakukan pemeriksaan Pap smear ataupun Thin prep dapat mencegah kanker serviks dengan lebih baik. Selain itu, ada juga beberapa pemeriksaan pada organ kewanitaan dan reproduksi yang penting dilakukan seorang wanita seperti:
  • Pemeriksaan Fisik

    Yaitu memeriksa tanda-tanda vital seperti tekanan darah, berat badan, kelenjar tiroid, benjolan, rasa nyeri, pengeluaran sekret yang abnormal pada payudara untuk deteksi dini kanker payudara.
  • Pemeriksaan Pelvis

    Pemeriksaan pelvis dilakukan pada organ seks wanita seperti vagina, uterus, tuba fallopi, dan ovarium.
  • Pemeriksaan HPV

    Tujuan pemeriksaan HPV untuk deteksi adanya infeksi virus HPV yang bisa menjadi sel pre-kanker dan berkembang menjadi kanker serviks.
  • Chlamydia & Gonorrhea

    Beberapa penyakit seksual lainnya yang ditularkan melalui hubungan seks seperti chlamydia dan gonorrhea hampir tidak menunjukkan gejala. Dengan pemeriksaan dini terhadap penyakit tersebut, akan juga memperkecil terjangkit penyakit pada organ seks.
Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap organ seks dan organ kewanitaan serta mengubah pola gaya hidup yang sehat akan membuat Anda terhindar dari berbagai penyakit berbahaya seperti kanker serviks. Kanker serviks dapat dicegah jika Anda rutin melakukan pemeriksaan lebih dini dengan Pap smear ataupun Thin prep.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar